Blitar – Pondok Pesantren Nurus Salam (NUSA) Lodoyo menyelenggarakan kegiatan Pesantren Tanggap Bencana (PESTANA) pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini melibatkan 1.394 santri serta 77 guru dan asatidz yang mengikuti rangkaian edukasi kebencanaan dan simulasi kesiapsiagaan di lingkungan pesantren.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok 1 dan Pondok 2 ini disusun dalam tiga tahapan, yaitu pembukaan, sosialisasi, dan simulasi. Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada seluruh warga pesantren mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Acara diawali pukul 08.00 WIB dengan pembukaan di Masjid Pondok 2. Kegiatan pembukaan ini sekaligus diikuti oleh santri putra kelas VIII, IX, dan X yang berjumlah 493 santri. Selanjutnya, mulai pukul 09.00 WIB, sosialisasi kebencanaan dilaksanakan secara serentak di lima titik kegiatan yang tersebar di kedua kompleks pondok.

Di Pondok 2, sosialisasi dipusatkan di Masjid dengan peserta 493 santri putra kelas VIII, IX, dan X. Sementara itu, kegiatan di Pondok 1 terbagi menjadi tiga lokasi untuk santri, yakni Aula Drajat yang diikuti 232 santri putra kelas VII, Jerambah Fatimah dengan 402 santri putri kelas VII dan VIII, serta Musholla yang diikuti 267 santri putri kelas IX dan X.

Selain santri, seluruh dewan guru dan asatidz yang berjumlah 77 orang juga mengikuti sosialisasi tersendiri di Ruang Guru Pondok 1. Pembagian lokasi ini dilakukan agar penyampaian materi dapat berlangsung lebih terarah sesuai kelompok peserta dan kapasitas masing-masing tempat.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada pukul 11.00 WIB melalui simulasi kebencanaan di kelas masing-masing. Dalam pelaksanaannya, setiap kelas didampingi oleh guru sesuai jadwal mengajar. Tahap ini menjadi bagian penting untuk memberikan pengalaman praktik kepada santri sekaligus membiasakan mereka memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Pelibatan seluruh santri, guru, dan asatidz menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pesantren sebagai lingkungan pendidikan dan tempat tinggal bagi ribuan santri membutuhkan kesadaran kolektif serta pemahaman yang baik mengenai keselamatan dan penanganan keadaan darurat.

Penyelenggaraan PESTANA di NUSA Lodoyo juga sejalan dengan upaya penguatan konsep Pesantren Tangguh Bencana di Jawa Timur. Sebelumnya, Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur turut mendorong penguatan konsep dan panduan PESTANA melalui kegiatan Kick-Off Meeting di Surabaya pada 24 Juni 2026. Program ini diarahkan untuk membangun budaya kesiapsiagaan yang aplikatif di lingkungan pesantren.

Melalui kegiatan PESTANA, Pondok Pesantren Nurus Salam Lodoyo berupaya menumbuhkan pemahaman bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar pengetahuan yang disampaikan dalam forum sosialisasi, tetapi perlu menjadi kebiasaan yang dipahami dan diterapkan oleh seluruh warga pesantren.

Dengan keterlibatan 1.394 santri dan 77 guru serta asatidz, kegiatan ini menjadi langkah bersama dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang lebih aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.